Mobil Program MBG Terobos Pagar Sekolah di Cilincing, 20 Orang Terluka

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz didampingi jajarannya meninjau lokasi kecelakaan mobil yang merangsek masuk halaman SDN Kalibaru 01 Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis (11/12). (Narayamedia/Dok. ANTARA)

JAKARTA, Narayamedia – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/12) pagi. Satu unit mobil van operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) menabrak pagar sekolah dan menerobos masuk ke area lapangan upacara, melukai puluhan orang.

Insiden mengerikan ini terekam jelas oleh kamera CCTV sekolah sekitar pukul 06.40 WIB. Saat itu, ratusan siswa sedang berkumpul di lapangan untuk mengikuti kegiatan rutin pagi, seperti apel atau literasi.

Tiba-tiba, mobil Daihatsu Gran Max berwarna putih melaju kencang, menabrak dan merobohkan gerbang besi, lalu menghantam barisan siswa yang berada tepat di belakang gerbang.

Data terkini yang dikonfirmasi oleh pihak kepolisian menyebutkan total 20 orang menjadi korban. Mereka terdiri dari 19 siswa dan 1 guru. Beberapa korban mengalami luka serius, termasuk dugaan patah tulang, dan segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Para korban dirawat intensif di beberapa rumah sakit rujukan, termasuk RSUD Koja, RSUD Cilincing, dan RSUD Tanjung Priok.

Pengakuan Sopir dan Penyelidikan

Sopir mobil berinisial AI telah diamankan di Polsek Cilincing. Dalam pemeriksaan awal, AI mengaku panik dan melakukan kesalahan fatal: salah menginjak pedal gas yang dikiranya adalah rem. Akibatnya, mobil melaju tak terkendali dan terjadilah tabrakan.

Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi M. Fadil Imran, yang langsung meninjau lokasi kejadian, memastikan penyelidikan mendalam terus berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan dan memeriksa kelayakan kendaraan tersebut.

Badan Gizi Nasional (BGN), lembaga yang mengelola program MBG, menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang disebabkan oleh kelalaian mitra pengantaran makanan mereka.

“Kami sangat prihatin dan meminta maaf sebesar-besarnya. BGN akan menanggung penuh seluruh biaya pengobatan dan perawatan para korban hingga sembuh,” ujar perwakilan BGN di lokasi.

Insiden ini menjadi perhatian serius dari berbagai pihak, mengingat mobil tersebut merupakan bagian dari program pemerintah yang menyasar langsung lingkungan sekolah. (*)

Share This Article

Related Posts