BEKASI, NARAYA Media – “Rumah” adalah arsitektur; metafora bentuk, ruang dan fungsi. Sel tunggal yang memiliki kemampuan memperbaiki kehidupan sekitarnya. Berfungsi sebagai atap; vegetasi peneduh; kolam pendingin; cross ventilation yang menyegarkan.
Inilah perjuangan dan harapan Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan untuk mewujudkan “Rumah Singgah” (shelter) sebagai fasilitas dasar tempat tinggal sementara yang sehat bagi warga miskin perkotaan.
“Bantu kami agar anak-anak jalanan, pengamen anak, pemulung anak, dan anak terlantar, tidak lagi tinggal di jalanan dan di kolong jembatan,” ujar Eddie Karsito, Ketua Umum Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, dalam keterangan resmi diterima NARAYA Media, Jumat (6/3).
Harapan tersebut disampaikan pekerja sosial dan penggiat budaya ini di acara Tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-31 Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, di Perumahan Kranggan Permai Jatisampurna Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (6/3).
Ulang tahun Ke-31 Yayasan Humaniora, tegas Eddie, sekaligus menjadi momentum pengumpulan kontribusi sukarela (buka donasi), baik berupa uang maupun sumber daya lain (barang), guna mewujudkan pembangunan Humaniora Rumah Singgah (Shelter).
Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan saat ini membina dan menyantuni lebih dari 90 anak terlantar yang sebagian besar orangtuanya berprofesi pemulung.
“Banyak diantara anak-anak itu terpaksa putus sekolah. Bahkan ada yang tidak pernah bersekolah karena harus membantu orang tua memulung mencari rongsokan, atau ngamen di jalanan,” terang Eddie.
Selain anak-anak, ada 257 orang kategori terlantar (gelandangan), terdiri dari pemulung, dan pengamen jalanan. Mereka semua dibawah pembinaan Bidang Sosial Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan.

“Mereka hidup di jalanan. Nomaden (berpindah-pindah). Tinggal di bedeng-bedeng, kolong jembatan kali Sunter (perbatasan Kota Depok dan Kota Bekasi). Ada juga tinggal di gubuk di pinggiran tanah makam Tarikolot di Jatisampurna,” terang Eddie Karsito.
Bangun Kemandirian-Karakter
Anak-anak, lanjut Eddie, menempati posisi mulia dan penting. Subjek spiritual yang memiliki hubungan khusus dengan Allah. Mereka memiliki potensi bawaan; kodrat alam. Bukan kertas kosong.
“Potensi itulah yang kami kembangkan dalam mendidik mereka. Dengan adanya Shelter ada ruang belajar dan tempat tinggal yang sehat bagi anak-anak terlantar ini,” tambahnya.
Ketekunan anak-anak pemulung dalam menghadapi situasi sulit, kata Eddie, seringkali memunculkan harapan besar. “Mereka ingin bisa sekolah, namun membutuhkan dukungan masif dari berbagai pihak untuk mewujudkan impian mereka,” ujar Eddie.
Peringatan HUT Ke-31 Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan diisi dengan doa tasyakuran dan berbuka puasa bersama. Menyantuni sekitar 90 anak, diantaranya pemulung anak, pengamen anak, dan anak-anak jalanan, dimana sebagian dari mereka yatim piatu.
Mengawali acara tasyakuran HUT Ke-31, pengurus yayasan sebelumnya menyerahkan santunan kepada janda lanjut usia berprofesi pemulung. Kegiatan berlangsung di Sanggar Humaniora di Perumahan Kranggan Permai, Jatisampurna Kota Bekasi, Selasa, 3 Maret 2026.
Sementara puncak acara tasyakuran HUT Ke-31 Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan dilaksanakan sore ini, Jum’at 17 Ramadan 1447 /06 Maret 2026. Tema peringatan HUT Ke-31 Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan tahun 2026 ini adalah “Karya Bakti Sisi Manusiawi Kita untuk Pemulung Anak, dan Anak Terlantar.
Pernyataan ini mengandung makna tanggung jawab sosial, empati, dan aksi nyata. Aksi kepedulian sosial yang tulus untuk memanusiakan manusia (rehumanisasi).
“Mengajak semua pihak tidak hanya merasa kasihan, tetapi melakukan sesuatu lebih konkret memperbaiki nasib anak-anak yang kurang beruntung,” ujar Eddie Karsito.
Hadir di acara ini Herry Budiman, Plt. Ketua Umum dan Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (DPP-SWI), Agus Santosa Penanggungjawab Program Jumat Berkah Wartawn (PJBW), Gamal Putra, SE, Dewan Penasehat Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia.

Dari pengurus Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan tampak hadir, Wiyono Undung Wasito (Dewan Pendiri dan Sekretaris Umum), R. Iwan Gardiawan KS, Drs. (Dewan Pembina), I Gusti Made Ardikabudi, S.E, (Ketua Bidang Kreatif & Usaha), dan Imam Dzaky Syukria Darmawan (Ketua Bidang Sosial & Rumah Tangga).
Aksi Nyata Kemanusiaan
Ketua Umum KSBN (Komite Seni Budaya Nusantara) Mayjen TNI (Purn) Drs. Hendardji Soepandji, S.H., melalui sambutan tertulis menyampaikan pentingnya membangun solidaritas berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan. Berfokus pada empati, kasih sayang, dan penghormatan terhadap martabat manusia.
“Semoga kegiatan yang mulia ini menjadi barokah. Diikuti organisasi kemanusiaan lainnya sebagai wujud solidaritas pada nilai-nilai kemanusiaan yang sangat mulia,” ujar Hendardji.
Hendardji mengucapkan selamat kepada Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan yang secara rutin memperingati hari ulang tahun, sekaligus memberi santunan kepada yatim piatu dan dhuafa, serta anak-anak jalanan, pemulung dan pengamen.
Sementara Penanggungjawab Program Jumat Berkah Wartawn (PJBW) Agus Santosa memberi kesaksian, lebih dari seperempat abad Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan menjadi pionir organisasi sosial. Berdedikasi di bidang kemanusiaan dengan fokus pada aksi nyata, edukasi, dan filantropi inklusif.
“31 tahun keberadaannya di tengah kehidupan masyarakat. Semoga api semangat yang dimiliki tak pernah padam. Juga menginspirasi yang lain, seperti Program Jumat Berkah Wartawan, insya Allah bisa mengikuti jejaknya,” ujar Agus Santosa.
Menurut Gamal Putra, SE, Dewan Penasehat Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia, lembaga pengayom seperti Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan sangat penting untuk melindungi anak jalanan dari eksploitasi, kekerasan, serta pemenuhan hak dasar mereka.
“Kami senantiasa mendukung kegiatan sosial Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan. Selama 31tahun ini lembaga ini secara faktual mengayomi dan melindungi para pemulung dan anak-anak terlantar. Tetap konsisten menjalankan visi dan misinya. Sebuah perjuangan panjang yang tidak mudah,” kata Gamal.
Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, kata Gamal, berperan krusial dalam menyelamatkan anak dari jalanan. “Langkah lembaga ini sudah tepat. Berfungsi memberi perlindungan, pendidikan, kesehatan, dan rehabilitasi sosial agar anak memiliki masa depan lebih baik,” tutupnya. (*)