JAKARTA, NARAYA Media – Para ilmuwan telah menemukan bahwa sayuran berdaun seperti kale, kubis, dan brokoli dapat digunakan untuk mengekstrak logam beracun dari tanah yang tercemar untuk digunakan dalam teknologi medis dan proyek energi.
Para peneliti dari Australia, Jerman, dan Belanda, mengungkap tanaman Brassicaceae merupakan “hiperakumulator” yang mampu menyerap logam berat talium yang beracun namun bernilai dari tanah yang terkontaminasi melalui akar dan tunasnya.
Demikian menurut pernyataan resmi pada Senin (13/4) oleh Universitas Queensland (UQ) di Australia, seperti dikutip dari Antara, Selasa (14/4).
“Sinar-X berdaya tinggi membuktikan tanaman dari famili Brassicaceae memiliki potensi besar untuk “fitomining” (phytomining), yaitu penggunaan tanaman untuk mengekstraksi logam, berkat mekanisme yang berevolusi pada tanaman tersebut untuk mengekstraksi jejak logam talium dari tanah yang tercemar,” kata ahli geokimia dari UQ, Amelia Corzo-Remigio.
“Talium sangat beracun namun bernilai tinggi untuk digunakan dalam industri medis, kaca, dan semikonduktor, sehingga tanaman Brassicaceae berpotensi menjadi alat untuk pertambangan berkelanjutan,” ujar Corzo-Remigio, penulis utama penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Metallomics tersebut.
Para peneliti menemukan kale mengakumulasi talium dalam bentuk kristal, sehingga berpotensi kompatibel dengan metode ekstraksi metalurgi. Tim tersebut mengidentifikasi endapan kristal talium klorida di sepanjang urat daun kale.
Mereka menyatakan bahwa metode pertambangan nonkonvensional, seperti fitomining, dapat membantu mengamankan logam-logam penting untuk teknologi medis dan energi terbarukan. Sekaligus memulihkan tanah yang terkontaminasi secara berkelanjutan. (*)