Pangkalpinang, NARAYA Media – Badan Gizi Nasional (BGN) segera mengoperasikan 900 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Indonesia. Ini sebagai langkah pemerintah mempercepat Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di daerah terpencil.
“Insya Allah, dalam waktu dekat ini sudah ada Program MBG di wilayah 3T ini,” ucap Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya saat Rapat Konsolidasi Program MBG di Pangkalpinang, dalam keterangan resmi, Minggu (19/4).
Ia menyatakan pelaksanaan Program MBG di wilayah 3T ini akan lebih dioptimalkan, guna meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak, balita, ibu hamil dan ibu menyusui di daerah-daerah terpencil.
“Mudah-mudahan dalam satu hingga dua bulan ini 900 SPPG mulai beroperasi dan berikutnya menyusul 2.000 SPPG dan berikutnya 4.000 SPPG mulai melakukan pendaftaran di wilayah 3T ini,” kata Sony Sanjaya.
Satgas Program MBG
Ia menyatakan pendaftaran SPPG ini di wilayah 3T ke BGN dilakukan melalui satgas-satgas Program MBG di kabupaten/kota di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar.
“Satgas Program MBG di wilayah 3T ini mendaftarkan ke BGN dan selanjutnya diverifikasi untuk memulai pembangunan dan pengoperasian SPPG di daerah terpencil ini,” katanya.
Ia mengatakan, tahun 2026, BGN juga akan menambah SPPG di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) guna mengoptimalkan Program MBG di provinsi tersebut.
“Saat ini pembangunan SPPG di Kepulauan Babel sedang berproses. Kami juga sedang melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Sosial (Kemensos), dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengetahui jumlah SPPG untuk penyaluran MBG kepada penerima manfaat di daerah ini,” ucap Wakil Ketua BGN Sony Sanjaya. (*)