JAKARTA, NARAYA Media – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati menyebutkan hingga kini, tercatat ada tiga kasus terkonfirmasi positif dan enam kasus suspek yang masih monitoring ketat oleh tenaga kesehatan terkait Hantavirus.
“Kita masih menemukan ada tiga kasus positif yang kemarin sudah saya sampaikan. Tapi, ada enam suspek yang masih terus kami monitor sampai hari ini,” ucap Ani di Puskesmas Pembantu Meruya Selatan II di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Senin (18/5).
Dinkes DKI, lanjutnya, telah menindaklanjuti surat kewaspadaan dari Kementerian Kesehatan terhadap penyebaran penyakit Hantavirus. Surat edaran kewaspadaan telah disampaikan ke seluruh fasilitas kesehatan di Jakarta.
Selain itu, Dinkes DKI juga telah menempatkan beberapa RSUD sebagai rumah sakit sentinel untuk memberikan pengawasan yang lebih ketat terhadap suspek kasus Hantavirus.
“Juga ada tim gerak cepat yang terus melakukan sistem kewaspadaan dini apabila memang ada peningkatan kasus yang cukup signifikan,” sambungnya.
Dia menyebutkan Hantavirus adalah penyakit yang ditularkan melalui tikus. Maka itu, masyarakat diminta agar mengenali tiga jalur utama penularan virus tersebut sehingga dapat melakukan pencegahan secara efektif.
Masyarakat diminta agar mewaspadai saat membersihkan sarang atau tempat-tempat yang dihuni banyak tikus. Ani menuturkan masyarakat perlu menerapkan protokol pola hidup bersih. Caranya, dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
“Harus ada kewaspadaan karena penularannya ada beberapa macam,” tukasnya.
Penularan penyakit itu dapat melalui inhalasi aerosol dari kotoran tikus, sekresi air liur, dan kencing. Jika kotoran itu mengering dan bercampur dengan partikel udara, maka bisa terhirup oleh manusia.