Kopdes vs Warung Warga? Ini Penjelasan Mendes Agar Ekonomi Sama-Sama Jalan

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto. (NARAYA Media/Dok. desamerdeka.id)

Jakarta, NARAYA Media – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto memastikan kehadiran Koperasi Desa (Kopdes) tak akan mematikan usaha-usaha lain yang telah dimiliki oleh masyarakat desa.

“Contoh di Serang, Banten, yang dikhawatirkan keberadaan Kopdes mematikan warung. Untuk ini, kita sudah punya konsep. Harga yang ditawarkan di Kopdes sama dengan yang di warung. Misalnya, gas seharga Rp16 ribu, di Kopdes Rp16 ribu, di warung juga sama. Warung bisa mengambil di Kopdes, artinya masyarakat bisa memilih belanja di warung atau Kopdes,” katanya dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu (20/6).

Yandri mengemukakan Kopdes yang sudah diresmikan oleh Presiden dan telah beroperasi hingga kini sebanyak 1.061. Pada Juni atau Agustus 2026, ditargetkan akan ada 30 ribu Kopdes yang beroperasi dan sudah 100 persen dibangun.

“Kegiatannya ekonomi desa, yang selama ini kebijakan ekonomi tidak sampai ke desa secara adil (akan dibenahi melalui Kopdes). Nanti arahnya simpan pinjam dengan bunga enam persen, kalau di rentenir kan bisa 24-30 persen,” jelasnya.

Yandri mengatakan Kopdes sekarang sedang membangun gerai dan gudang di bawah Satuan Tugas (Satgas) Koperasi. Di mana, semua program pemerintah akan masuk.

Termasuk bantuan sosial Penerima Keluarga Harapan (PKH), hingga membayar listrik. “Di Kopdes nanti ada marginnya, jadi bagi untung,” kata Yandri.

Jika sudah ada serah terima Kopdes kepada desa dengan spesifikasi yang sesuai, akan diserahkan menjadi aset desa, sehingga unit usaha di tingkat desa tidak akan pernah dirugikan. (*)

Share This Article

Related Posts