Berbalik Arah! Inggris Larang Pangkalan Militernya Digunakan untuk Serang Iran

AS menyerang Jembatan B1 di Iran, pada Kamis (2/4). Jembatan ini dikenal sebagai salah satu jembatan tertinggi di Timur Tengah, dengan ketinggian sekitar 136 meter. (NARAYA Media/Dok. Reuters)

Moskow, NARAYA Media – Inggris tidak akan mengizinkan Amerika Serikat (AS) menggunakan pangkalan militernya untuk melancarkan serangan ke infrastruktur sipil, seperti jembatan dan pembangkit listrik di Iran.

Dalam laporan harian The i Paper pada Senin (6/4) kemarin, dengan mengutip sumber, menyampaikan bahwa London hanya akan mengizinkan pangkalannya digunakan untuk serangan defensif oleh AS.

Sementara, ancaman Trump untuk menyerang infrastruktur sipil di Iran tak dapat disebut sebagai serangan defensif. Harian itu juga melaporkan bahwa setiap keputusan mengizinkan pesawat pengebom AS mendarat di pangkalan militer Inggris akan ditentukan berbeda per kasus.

Adapun, pangkalan angkatan udara Inggris di Fairford menjadi satu-satunya pangkalan militer Eropa yang didarati pesawat pengebom strategis AS. Pangkalan itu juga sempat digunakan dalam pengeboman Irak dan Yugoslavia di masa lalu.

Ancam Pembangkit Listrik

Sebelumnya, pada 30 Maret lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan akan “meledakkan dan menghancurkan sepenuhnya” semua pembangkit listrik, kilang minyak, fasilitas desalinasi, serta Pulau Kharg jika kesepakatan damai gagal dicapai dan Selat Hormuz tak dibuka.

Sementara, pada Minggu (5/4), Trump kembali mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran pada 7 April jika Teheran tak kunjung memulihkan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu sehingga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa di kalangan rakyat sipil.

Teheran lantas melakukan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan pangkalan militer milik AS di seantero Timur Tengah. Termasuk di Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

Akibat ketegangan itu, lalu lintas perkapalan di Selat Hormuz, rute kunci untuk suplai minyak dan LPG dari kawasan Teluk ke pasar global, berhenti total. (*)

Share This Article

Related Posts