JAKARTA, NARAYA Media – Nilai tukar rupiah pada Kamis (9/4) pagi, melemah 18 poin atau 0,11 persen menjadi Rp17.030 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.012 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi pelanggaran kesepakatan gencatan senjata oleh Israel yang menyerang Lebanon.
“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp17.020 – Rp17.080. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya kembali tekanan eksternal setelah klaim Iran terhadap pelanggaran kesepakatan gencatan senjata terkait serangan Israel ke Lebanon, sehingga memicu harga minyak naik,” ujarnya di Jakarta, Kamis (9/4).
Mengutip Anadolu, sebelumnya AS telah menerima proposal berisi 10 poin sebagai dasar yang dapat dijalankan untuk negosiasi dengan tujuan untuk mengakhiri perang. Salah satu poin yang tercantum ialah penghentian permusuhan di semua garda depan, termasuk di Lebanon.
Namun, Israel kembali melancarkan serangan udara besar-besaran di daerah Dahiyeh, sebelah selatan Beirut, Lebanon. Tentara Israel sebelumnya menyatakan telah menyerang lebih dari 100 lokasi dalam waktu 10 menit di Beirut, Lembah Beqaa, dan Lebanon selatan, dengan total wafat 254 orang.
Sentimen Domestik
Bahkan, seperti dilaporkan Sputnik, Wakil Presiden AS JD Vance pada Rabu (8/4), lalu mengatakan penghentian permusuhan di Lebanon bukan bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dan menyebut isu tersebut sebagai “kesalahpahaman”.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa penghentian konflik di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan karena keterlibatan kelompok Hizbullah. Trump menilai situasi di negara itu merupakan bagian dari “bentrokan terpisah.”
Melihat sentimen domestik, rilis cadangan devisa yang mengalami penurunan 3,7 miliar dolar AS menjadi 148,2 miliar dolar AS akhir Maret 2026.
Serta surplus perdagangan yang di bawah harapan pelaku pasar tak memberikan efek terhadap pergerakan rupiah. “Konsensus pasar surplus perdagangan 1,5 miliar dolar AS, tapi realisasi 1,2 miliar dolar AS,” ujarnya. (*)