Jakarta, NARAYA Media – Kementerian Intelijen Iran mengumumkan telah menangkap 17 orang yang dituduh bekerja sebagai ‘tentara bayaran pengkhianat’ untuk Amerika Serikat (AS) dan Israel dalam operasi keamanan di Iran barat.
Penangkapan dilakukan berdasarkan hasil pengawasan intelijen dan informasi dari masyarakat. Demikian menurut kementerian tersebut dalam pernyataan, dikutip kantor berita Iran, IRNA, Senin (22/6). Tiga orang di antara mereka diidentifikasi sebagai pemimpin lapangan jaringan sabotase yang beroperasi di Provinsi Ilam.
Kementerian itu menyatakan para tersangka diduga terlibat dalam kegiatan yang mengganggu keamanan. Termasuk perusakan dan pembakaran fasilitas umum, penembakan, perekaman video, serta aksi simbolik untuk menebar ketakutan dan teror di tengah masyarakat.
Dalam penggeledahan terhadap para tersangka, pihak berwenang Iran menemukan tiga blok bahan peledak TNT, satu senapan Kalashnikov, satu granat, serta sejumlah senjata tajam, termasuk golok.
Selain tiga orang yang disebut sebagai pemimpin jaringan, 14 tersangka lain juga ditangkap. Sebab, diduga menjadi anggota jaringan sabotase tersebut.
Pihak berwenang belum merilis identitas para tersangka maupun penjelasan mengenai proses hukum yang akan dijalankan terhadap mereka. (*)