JAKARTA, Narayamedia – Setiap 22 Desember, Indonesia memperingati Hari Ibu. Tetapi, bagi masyarakat Indonesia, momentum ini bukan sekadar perayaan kasih sayang layaknya Mother’s Day di negara barat.
Hari Ibu di Indonesia merupakan monumen sejarah, menandai kebangkitan gerakan perempuan dalam kancah perjuangan bangsa.
Tahun 2025, tema Hari Ibu kembali menekankan pada pemberdayaan dan peran strategis perempuan dalam membangun fondasi generasi masa depan.
Menurut diaspora Imelda Budiman yang telah 27 tahun menetap di Amerika Serikat, Hari Ibu bukan sekadar perayaan simbolis.
“Tetapi momen refleksi dan penghormatan yang sangat dalam. Ini adalah hari untuk mengingat pengorbanan, doa, dan kasih tanpa syarat yang diberikan seorang ibu—yang sering kali dalam diam dan tanpa pamrih,” kata Imelda, yang belum lama ini karyanya masuk nominasi AIFFA 2025 di kategori Best Suporting Actress di film Buen (Way Back Home) pada 12-15 November 2025 lalu.
Bagi Imelda, Hari Ibu adalah pengingat bahwa kekuatan terbesar dalam hidup banyak orang berawal dari seorang ibu. Selain itu, lanjutnya, Ibu adalah fondasi utama keluarga. Dari keluarga yang kuat, lanjutnya, lahirlah bangsa yang kuat.

Modernisasi Ibu
Pasalnya, kata artis yang pernah berakting dalam film Matadewa dan Pariban: Idola dari Tanah Jawa itu, di era modern ini, peran ibu semakin luas.
“Bukan hanya sebagai pengasuh, tapi juga pendidik nilai, penopang emosi, dan teladan karakter. Ibu menanamkan kejujuran, empati, disiplin, dan iman sejak dini. Apa yang dibentuk ibu di rumah akan tercermin dalam masyarakat dan masa depan bangsa,” ungkapnya.
Meski demikian, sejumlah antangan terbesar banyak dihadapi ibu saat ini. Antara lain menyeimbangkan banyak peran di tengah tuntutan zaman yang semakin cepat.
“Ibu menghadapi tekanan sosial, ekonomi, teknologi, dan ekspektasi yang tinggi—sering kali tanpa ruang yang cukup untuk dirinya sendiri. Selain itu, menjaga nilai dan karakter anak di tengah arus informasi dan budaya digital juga menjadi tantangan besar bagi ibu masa kini,” tambahnya.
Imelda menaruh harapan kepada para ibu di Indonesia di masa depan. Apa saja?
“Harapan saya, ibu-ibu Indonesia semakin dihargai, didukung, dan diberi ruang untuk bertumbuh— baik secara emosional, intelektual, maupun spiritual,” tukas Imelda yang juga merupakan Runner Up Mrs Asia USA 2013 lalu.
Ia juga berharap lebih jika para ibu tidak merasa sendiri. Tetapi, saling menguatkan.
“Semoga ibu-ibu Indonesia tetap kuat, penuh kasih, dan berani karena dari tangan dan hati merekalah masa depan bangsa ini dibentuk,” tutupnya. (*)