Hekrafnas 2026: Strategi Baru Indonesia Perluas Pasar Kreatif Global

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menghadiri rangkaian peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2026 di Jakarta, Sabtu (24/10/2026).(NARAYA Media/Dok. HO-Kemenkraf)

Jakarta, NARAYAMedia.com – Peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2026 menjadi momentum pemerintah dalam mendorong penguatan kolaborasi dan komersialisasi kekayaan intelektual untuk memperluas akses pasar global bagi produk ekonomi kreatif Indonesia.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, potensi budaya dan talenta kreatif Indonesia perlu diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu bersaing di pasar internasional. Pengembangan tersebut membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha.

“Lewat kolaborasi berkelanjutan, kita transformasikan potensi budaya dan jutaan talenta muda menjadi nilai tambah yang memajukan pelaku ekonomi kreatif daerah serta memperluas akses pasar produk kreatif nasional,” ujar Riefky dalam keterangan di Jakarta, Minggu (25/10/2026).

Menurutnya, penguatan pasar juga dilakukan melalui program Creative by Indonesia yang mengangkat identitas produk kreatif berbasis kekayaan intelektual Indonesia.

Strategi ini dijalankan melalui promosi lintas subsektor, baik secara daring maupun luring, untuk meningkatkan pengenalan merek dan memperluas jangkauan pasar domestik maupun global.

Riefky menekankan pentingnya menghubungkan kreativitas dengan industri, kekayaan intelektual dengan komersialisasi, serta talenta dengan pasar. Dengan pendekatan tersebut, semakin banyak pelaku kreatif lokal diharapkan mampu mengembangkan usahanya di tingkat nasional hingga menembus pasar internasional. (*)

Share This Article

Related Posts