JAKARTA, Narayamedia – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memastikan penanganan paparan radioaktif cesium-137 (Cs-137) komoditas cengkih di Lampung Selatan tuntas dan dinyatakan aman, usai melalui proses dekontaminasi di lapangan serta pemeriksaan laboratorium berlapis.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menuturkan, lokasi yang sebelumnya ditemukan mengandung unsur radioaktif telah diamankan secara permanen. “Teman-teman Satgas juga telah menyelesaikan penanganan radionuklida cesium-137 di Lampung Selatan,” kata Hanif di Serang, Banten, Rabu (29/10), dikutip dari Antara.
Hanif menjelaskan, area pemakaman yang menjadi titik awal temuan telah disemen untuk mencegah penyebaran partikel radioaktif. “Yang di Lampung Selatan, di pemakaman sudah clear,” katanya.
Menurutnya, tahap selanjutnya ialah memastikan seluruh produk yang sempat terindikasi paparan dari wilayah itu ditangani sesuai prosedur. Termasuk rencana pengiriman ulang dari Surabaya. “Tanggal 31 (Oktober) ini teman-teman di Surabaya sedang menunggu re-export dari cengkih yang dipersoalkan. Lampung sudah selesai. Semua proses pengendalian berjalan sesuai standar keselamatan,” tambahnya.
Ia memastikan pemerintah bakal terus memantau hasil pengujian lanjutan hingga semua produk dan lahan terdampak dinyatakan aman untuk aktivitas masyarakat.
12 Kontainer
Sebelumnya, Satuan Tugas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cesium-137 (Satgas Cs-137) memastikan hanya satu dari 12 kontainer berisi cengkih yang dikirim ke Amerika Serikat (AS) terindikasi terkontaminasi zat radioaktif.
“Satu kontainer suspect 137 (Cs-137) berisi cengkih dijadwalkan tiba di Surabaya pada 29 Oktober 2025. Kontainer yang suspect hanya satu,” kata Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Satgas Penanganan Cs-137, Bara Krishna Hasibuan.
Satgas telah melakukan pemeriksaan lapangan untuk kesiapan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Serta pengujian di laboratorium Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menerima kedatangan kontainer cengkih yang disuspek itu.
“Jika terbukti terdapat kontaminasi Cs-137, produk tersebut akan segera dimusnahkan demi menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, fasilitas pengolahan cengkih milik PT Natural Java Spice (NJS) di Surabaya serta perkebunan cengkih di Pati, Jawa Tengah, telah dinyatakan bebas dari kontaminasi dan berstatus clean and clear.
Di Lampung, Satgas melalui Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) melakukan penelusuran paparan Cs-137 di enam titik lokasi yaitu industri peleburan logam, gudang pengepul cengkih, kebun cengkih penyuplai PT NJS di tiga kecamatan, dan satu lokasi pemetaan awal di Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan.
Kemudian, Bapeten juga melakukan pengambilan sampel air, tanah, dan cengkih di lima titik lokasi. Hasilnya, kontaminasi Cs-137 hanya ditemukan pada sebagian kecil komoditas cengkeh, sementara komoditas lain seperti kopi, cokelat, pinang, dan cabai Jawa dinyatakan bebas kontaminasi.
Hasil pengukuran menunjukkan tingkat paparan radiasi berada pada kisaran sangat rendah dan tidak menimbulkan dampak kesehatan langsung bagi warga. (*)