Madrid, NARAYA Media – Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez, Rabu (8/4) lalu, mengecam serangan terbaru Israel terhadap Lebanon sebagai pelanggaran hukum internasional. Ia menyerukan agar negara tersebut dimasukkan dalam pengaturan gencatan senjata yang saat ini berlaku.
Dalam unggahan di media sosial X, Sanchez mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah melancarkan “serangan paling brutal terhadap Lebanon sejak awal ofensif”. Seraya menambahkan bahwa tindakan tersebut mencerminkan “pengabaian terhadap nyawa manusia dan hukum internasional yang tidak dapat ditoleransi.”
Dia mendesak agar Lebanon dimasukkan ke dalam kerangka gencatan senjata guna mencegah eskalasi lebih lanjut di kawasan.
Impunitas
Serta menyerukan kepada komunitas internasional untuk secara tegas mengecam apa yang dia sebut sebagai pelanggaran baru terhadap hukum internasional.
“Tidak boleh ada impunitas atas tindakan kriminal ini,” kata Sanchez, seraya mendesak Uni Eropa (UE) untuk menangguhkan perjanjian asosiasinya dengan Israel, seperti dikutip dari Antara, Jumat (10/4).
Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares pada hari yang sama mengatakan, operasi militer Israel yang terus berlanjut di Lebanon dalam konteks gencatan senjata saat ini adalah hal yang “tidak dapat diterima.”
“Semua front harus menghentikan tembakan, dan itu termasuk Lebanon,” kata Albares.
Dalam beberapa bulan terakhir, Spanyol telah mengambil sikap yang semakin kritis terkait perkembangan di Timur Tengah. Serta berulang kali menyerukan deeskalasi dan kepatuhan terhadap hukum internasional. (*)