Menuju Transisi Hijau, AS Genjot Diplomasi Energi Nuklir di ASEAN

ILUSTRASI - Sumber energi nuklir. (NARAYA Media/Dok. canva)

Jakarta, NARAYA Media – Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta dan Misi AS untuk ASEAN menyambut kunjungan pakar komunikasi dan pelibatan publik di bidang nuklir asal Amerika Serikat, ke Indonesia sebagai bagian dari rangkaian kunjungan regional di ASEAN.

Kedubes Amerika melalui pernyataan pers di Jakarta, Kamis (25/6) menyatakan kedatangan Dr. Kelle Barfield adalah bagian dari inisiatif Freedom 250: American Leadership in Energy Security yang mendorong dialog konstruktif mengenai energi nuklir sipil—yang menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal, memperkuat ketahanan energi, dan menjaga kualitas udara.

Dalam program yang berlangsung di Jakarta, Barfield membahas reaktor modular kecil (small modular reactor/SMR) dengan mendorong energi nuklir sipil sebagai masa depan ketahanan energi.

“Indonesia tidak memulai dari nol. Negara ini memiliki pengalaman puluhan tahun dengan reaktor riset, serta sumber daya manusia dan keahlian untuk terus mengembangkannya,” jelasnya.

Kepercayaan Publik

Ia menambahkan keberhasilan pengembangan energi nuklir juga ditentukan tingkat kepercayaan publik terhadap teknologi itu. Menurutnya, dalam hal nuklir, bukan hanya soal apakah teknologinya berhasil atau berapa biayanya, tetapi apakah masyarakat mendukungnya.

“Disinilah kerja sama dengan AS memberikan perbedaan nyata: rekam jejak yang panjang dan berhasil dalam bersikap transparan kepada publik serta melibatkan komunitas lokal mengenai manfaat energi nuklir,” tukasnya.

Dr. Barfield juga menjajaki perspektif regional dalam mendukung ketahanan energi ASEAN melalui teknologi SMR yang aman dan andal, dalam pertemuan dengan pejabat dari Sekretariat ASEAN, ACE, jaringan sub-sektor Energi Nuklir ASEAN, dan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia.

Juru Bicara Kedutaan Besar AS Jamie Ravetz, menyampaikan bahwa AS bangga bermitra dengan Indonesia dan ASEAN dalam memajukan solusi energi nuklir yang aman, transparan, dan berstandar tinggi.

“SMR merupakan peluang nyata untuk memperkuat ketahanan energi di seluruh kawasan—dan AS siap mendukung masa depan tersebut,” tambahnya. (*)

Share This Article

Related Posts