Naik Kelas! BPDP Fasilitasi UMKM Perkebunan Gaet Investor Baru

Petugas memberi pemaparan ke pengunjung di stan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) pada ajang pameran Info Franchise & Business Concept (IFBC) di Jogja Expo Center, Yogyakarta selama 3 - 5 Juli 2026. (NARAYA Media/ HO/BPDP)

Jakarta, NARAYA Media – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyatakan siap mempertemukan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) perkebunan dengan calon mitra usaha, investor, maupun masyarakat yang tertarik mengembangkan bisnis berbasis komoditas perkebunan. 

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansah mengatakan pihaknya terus berkomitmen mendukung pengembangan UMKM perkebunan melalui berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar. Serta penguatan hilirisasi komoditas perkebunan.

“Komoditas perkebunan Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah,” ujarnya di Jakarta, Senin (6/7).

Salah satu upaya untuk mempertemukan pelaku UMKM perkebunan dengan investor maupun calon mitra usaha, yakni melalui pameran Info Franchise & Business Concept (IFBC) dengan tema “Grow Beyond Boundaries” di Jogja Expo Center, Yogyakarta selama 3-5 Juli 2026 .

Dalam Pameran IFBC itu, BPDP menghadirkan ratusan peluang usaha bagi seluruh masyarakat untuk mendorong pertumbuhan UMKM naik kelas dalam membangun ekonomi nasional melalui inovasi dan kolaborasi.

Mendorong Hilirisasi

Selain itu, lanjut Helmi, kegiatan itu merupakan komitmen BPDP dalam mendorong hilirisasi. Serta peningkatan nilai tambah komoditas perkebunan melalui penguatan kapasitas pelaku UMKM.

“Ini menjadi momentum bagi BPDP untuk mempertemukan pelaku UMKM perkebunan dengan calon mitra usaha, investor, maupun masyarakat yang tertarik mengembangkan bisnis berbasis komoditas perkebunan,” jelasnya.

Menurutnya, IFBC menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan berbasis komoditas perkebunan kepada masyarakat, pelaku usaha, hingga calon investor.

“Kami berharap melalui ajang ini dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi dan mendorong UMKM perkebunan untuk terus berkembang, berinovasi, dan naik kelas,” ujarnya.

Selain itu, diharapkan lahir lebih banyak wirausaha yang mampu mengolah potensi perkebunan menjadi produk yang inovatif, kompetitif, dan memiliki daya saing di pasar nasional maupun global. “Kami terus mendorong agar produk-produk perkebunan Indonesia mampu memiliki daya saing yang lebih tinggi dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Helmi. (*)

Share This Article

Related Posts