Jakarta, NARAYA Media – SMK PGRI 5 Denpasar, Bali, menjadi perhatian publik setelah foto twibbon Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejumlah siswi ramai dikritik di media sosial karena dinilai terlalu vulgar.
Kepala SMK PGRI 5 Denpasar, Nuning Kurniawati, menyebut sekolah telah meminta para siswi untuk mengganti foto twibbon yang menjadi sorotan. Namun, menurutnya, masih ada beberapa siswi yang mempertanyakan alasan dan aturan terkait permintaan tersebut.
“Memang ada beberapa siswi itu yang bertanya, ‘kenapa emang ada ya, aturannya?’ Jadi, memang ini akan kami lakukan pemanggilan,” ujar Nuning, dikutip NARAYA Media, Rabu (15/7).
Nuning menjelaskan, sebelum MPLS dimulai, panitia telah memberikan contoh pembuatan twibbon dan video perkenalan. Sekaligus mengarahkan seluruh siswa agar mengenakan pakaian yang sopan.
Ia menegaskan sekolah tidak pernah menginstruksikan siswa mengenakan pakaian terbuka atau vulgar. “Kalau seandainya belum diganti, kami akan evaluasi lagi. Kalau masih, kami adakan pemanggilan,” tegasnya. (*)