Sebut Sahur Ganggu Jam Tidur, Warganet Kecam Pedas Selebgram Cut Rizki

Selebgram Cut Rizki. (Naraya Media/IG .lambe_turah)

JAKARTA, Naraya Media – Dunia maya kembali dihebohkan oleh pernyataan kontroversial dari beauty influencer asal Aceh, Cut Rizki. Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya (@crvhons), ia memicu perdebatan panas setelah menyebut aktivitas makan sahur sebagai kegiatan yang mengganggu jam tidur.

Dalam video yang viral sejak 23 Februari 2026, Cut Rizki mengungkapkan pandangannya bahwa bangun untuk sahur tidak cocok bagi semua orang karena merusak siklus istirahat malam. Ia mengaku lebih memilih untuk makan dalam porsi besar di malam hari sebelum tidur dibandingkan harus terjaga di sepertiga malam terakhir.

“Sahur itu jujur ganggu jam tidur banget, bikin badan nggak bugar besoknya,” ungkapnya dalam potongan video yang kini telah dihapus namun tersebar luas di platform TikTok dan Instagram, belum lama ini.

Reaksi Keras Warganet

Pernyataan tersebut langsung memancing reaksi negatif dari netizen. Banyak yang menilai ucapan tersebut tidak sensitif terhadap nilai-nilai ibadah di bulan Ramadan, mengingat sahur merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Beberapa poin kritik yang dilayangkan warganet antara lain:

  • Kurangnya Sensitivitas: Dinilai meremehkan esensi ibadah hanya demi kenyamanan pribadi.
  • Pola “Cari Viral”: Netizen menuding tindakan ini sengaja dilakukan untuk menarik perhatian (engagement) yang nantinya akan berujung pada klarifikasi.
  • Dampak Sebagai Influencer: Sebagai sosok dengan banyak pengikut, pernyataannya dianggap memberikan contoh yang kurang tepat terkait ketaatan beribadah.

Setelah mendapat serangan bertubi-tubi, Cut Rizki akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui akun media sosialnya pada 24 Februari 2026 kemarin. Ia mengakui bahwa ucapannya tersebut merupakan sebuah kekhilafan dan tidak bermaksud merendahkan ajaran agama mana pun.

Ia juga menegaskan bahwa ke depannya akan lebih berhati-hati dalam membagikan konten, terutama yang bersinggungan dengan isu-isu sensitif seperti keagamaan.

Meskipun telah meminta maaf, kolom komentarnya masih terus dipenuhi pro dan kontra dari masyarakat yang menyayangkan pernyataan awalnya. (*)

Share This Article

Related Posts