Tanah Abang ‘Bara’, Pramono Anung: Tak Ada Tempat Buat Preman!

Jakarta, NARAYA Media – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan untuk menindak tegas aksi premanisme di Jakarta.

Terutama usai kejadian yang menimpa sopir bajaj di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, belum lama ini.

“Tidak ada kompromi lagi. (Untuk) premanisme di Jakarta. Saya sebagai Gubernur tidak ragu-ragu untuk itu (menindak tegas),” ucap Pramono dalam keterangan di Jakarta Timur, Minggu (12/4).

Terkait aksi premanisme di Tanah Abang itu, Pramono menyebut telah meminta Satpol PP dan dinas terkait ambil tindakan tegas.

“Saya sudah lihat videonya dan sudah meminta ke Satpol PP, Kepala Dinas untuk mengambil tindakan tegas itu,” ujarnya.

Sebelumnya, Pramono menekankan bahwa upaya menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat. Namun, butuh peran dan masyarakat dalam melaporkan setiap kejadian yang meresahkan.

Pengawasan Titik Rawan

Dengan kolaborasi itu, diharapkan Jakarta tak hanya unggul dalam peringkat. Namun, benar-benar menjadi kota aman bagi seluruh warganya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen terus memperkuat pengawasan di titik-titik rawan.

Serta meningkatkan respons aparat terhadap laporan warga, guna memastikan keamanan merata hingga ke level pedagang kecil dan sektor informal.

Sebelumnya, Jumat (10/4), beredar video di media sosial memperlihatkan pengemudi bajaj di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dimintai “uang setoran” oleh seorang oknum pria.

Selain itu, juga ada pedagang bakso di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, juga alami aksi serupa. Dia dimintai iuran Rp100 ribu.

Namun, karena pedagang menolak permintaan itu, pria yang meminta setoran merusak mangkok pedagang.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya, telah menegaskan tak akan memberi ruang terhadap para pelaku premanisme. Termasuk pemalakan terhadap pedagang. (*)

Share This Article

Related Posts