JAKARTA, Naraya Media – Wakil Menteri (Wamen) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan mendorong keterlibatan perempuan dalam meningkatkan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Perempuan di akar rumput identik sebagai juru masak di keluarga dan berperan dalam pemenuhan gizi keluarga. Maka peran perempuan harus didorong agar tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga aktor utama dalam pengelolaan dan keberlanjutan Program MBG,” kata Wamen PPPA Veronica Tan di Jakarta, Rabu (24/12), dikutip dari Antara, Kamis (25/12).
Menurut Veronica Tan, perempuan dapat menjadi garda terdepan pengelolaan pangan, mulai dari penyajian menu, pengelolaan agrikultur berbasis komunitas, hingga menghasilkan manfaat ekonomi restoratif yang memberikan manfaat finansial bagi perempuan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Wamen PPA itu meyakini ketika perempuan diberikan kesempatan untuk terlibat secara aktif, dampak yang dihasilkan akan membawa perubahan besar.
Keterlibatan perempuan dalam proses pengelolaan MBG dinilainya akan mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan program secara berkelanjutan.
“Program MBG sebenarnya sudah banyak dikelola oleh perempuan. Namun kami ingin terus meningkatkan kualitasnya, agar memberikan manfaat gizi yang lebih baik lagi. Kami ingin dapur tidak hanya menjadi tempat penyediaan makanan, tetapi juga berkembang sebagai komunitas kampung ilmu yang merubah pola pikir dan perilaku masyarakat,” kata Wamen PPPA Veronica Tan.
Keterlibatan perempuan dalam program MBG, lanjut dia, bertujuan agar mereka berdaya dengan ikut serta dalam pengelolaan agrikultur berbasis komunitas, hingga menghasilkan manfaat ekonomi restoratif yang tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga tetap menjaga kelestarian lingkungan. (*)