JAKARTA, Narayamedia – Kabar bahagia bagi pengguna transportasi umum massal berbasis rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Kereta Cepat Whoosh. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengumumkan kabar gembira terkait rencana pembangunan Kereta Cepat Whoosh yang bakal segera dihadirkan di Kota Pahlawan.
Salah satu prioritasnya adalah pengembangan rute Kereta Cepat Whoosh. Harapannya, proyek ini bisa meningkatkan konektivitas antardaerah. Sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi.
Eri mengungkap bahwa proyek ini tengah tahap studi kelayakan dan sudah dimasukkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surabaya (RTRW). Nantinya, Whoosh ini akan melintasi 15 kecamatan di Surabaya. Sekaligus mempercepat mobilitas bisnis dan masyarakat.
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya studi matang dan pencarian sumber pendanaan yang solid dalam proyek berskala besar ini. Saat ini, rencana proyek di bawah naungan Menko Agus itu masih persiapan feasibility study (fs) secara menyeluruh.
“Kereta cepat Whoosh ini transportasi massal berbasis rel ini dibutuhkan untuk menambah alternatif alat angkutan. Dibandingkan hanya mengandalkan tranportasi berbasis jalan atau udara. Sehingga, konektivitas antar daerah bisa semakin optimal. Sehingga, transportasi ada banyak pilihan. Selain ada penerbangan, ada kereta cepat. Transportasi ini akan mempercepat perkembangan ekonomi,” kata Eri, dalam keterangan resmi, belum lama ini dikutip Narayamedia.com.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) menegaskan pentingnya konektivitas antara Jakarta dan Surabaya. Sebagai dua daerah terbesar di Indonesia, pertumbuhan ekonomi positif di dua daerah itu akan berimplikasi kepada nasional.
Sebab, transportasi umum itu diperlukan. “Karena, orang berbisnis di Jakarta dan Surabaya sudah biasa. Keberadaan kereta cepat ini mempercepat bisnis dan menambah pilihan,” ujar eks Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini.
Saat ini, Surabaya telah menyiapkan payung hukum menyambut proyek besar tersebut. Kereta Cepat Jakarta-Surabaya telah masuk RTRW pada Peraturan Daerah 3/ 2025 Tentang Rencana Tata Ruang wilayah kota surabaya tahun 2025-2045.
Pada pasal 12 Perda itu, Kereta Cepat Whoosh akan melintasi 15 kecamatan di Kota Pahlawan. Termasuk di antaranya sumber pendanaan yang akan mengutamakan APBN dan BUMN. “Sudah masuk di RTRW kita. Setelah masuk di RTRW, baru kita kembangkan. RTRW ini akan ada evaluasi setiap lima tahun sekali,” tukas Eri.
Menteri Agus menambahkan, proyek kereta cepat Jakarta–Surabaya butuh banyak persiapan yang matang. Sekalipun menjadi atensi pusat, pihaknya bakal menimbang beberapa persiapan sebelum proyek ini digulirkan.
“Harus dilakukan visibilitas study utuh dan komprehensif. Ini butuh proses karena kita tidak ingin perencanaan tidak matang,” tambah AHY di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/7/2025) lalu.
AHY menyebut proyek ini bakal menyedot anggaran tidak sedikit. Sehingga, pemerintah masih berusaha mencari sumber-sumber pendanaan yang solid dan berkelanjutan. Termasuk lewat investor. Saat ini, Pemerintah masih mengkaji studi kelayakan menyeluruh guna menghindari risiko perencanaan terburu-buru. “Saya berupaya bersama jajaran Kemenko Infrastruktur untuk mendapat sumber investasi baru,” jelasnya.
Menurut AHY, proyek ini tak hanya akan meningkatkan konektivitas, tetapi membuka peluang ekonomi di jalur yang dilewati. “Akan membuka sentra-sentra pertumbuhan ekonomi di daerah yang semakin maju,” tambahnya. (*)