Yuk, Kenalan dengan Gustri Oktaviandi: Sosok di Balik Kemudi Baru Dana Olahraga RI

Menpora RI Erick Thohir resmi melantik Muhammad Gustri Oktaviandi sebagai Direktur Utama Lembaga Pengelola Usaha Keolahragaan di Kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (1/4).(NARAYA Media/Dok.menpora.go.id)

JAKARTA, NARAYA Media – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir melantik Muhammad Gustri Oktaviandi sebagai Direktur Utama Lembaga Pengelola Usaha Keolahragaan (LPUK) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Jakarta, Rabu (1/4).

Menpora menegaskan bahwa keberadaan LPUK sebagai Badan Layanan Umum (BLU) berperan penting dalam menjaga dan mengembangkan aset-aset Kemenpora dengan baik.

“BLU itu satu keluarga, makanya kita lantik bersama. Tidak boleh ada struktur dalam struktur, organisasi dalam organisasi. BLU adalah keluarga kita, tidak boleh ada jarak dari kita. BLU wajib melaporkan kegiatannya, harus ada tolok ukurnya,” jelasnya.

Menpora juga melakukan perubahan inti dalam struktur BLU dan tujuan LPUK Kemenpora agar berjalan searah tetapi tetap profesional dalam menjaga aset-aset Kemenpora.

“Dengan perubahan di BLU saya juga mengubah struktur BLU-nya dan ke arah mana BLU ke depan, BLU akan menjadi sebuah organisasi yang dikelola secara profesional dan ada skema b-to-b supaya aset-aset kita tidak terbengkalai dan mangkrak,” tukasnya.

Pengelolaan Dana Olahraga Nasional

Menpora berharap, adanya kepemimpinan baru di BLU, LPUK Kemenpora mampu memberikan yang terbaik demi kepentingan bersama.

“Saya mengharapkan ini amanah, ada empati, ada kepedulian. Ini yang mau saya ubah, tidak mudah, tapi saya ingin memberikan yang terbaik. Saya ambisius dalam hasil, bukan jabatan. Saya mau kita sama-sama, tapi maafkan saya ketika saya harus menindak tegas untuk kepentingan organisasi, untuk kepentingan bersama-sama,” katanya.

LPUK Kemenpora sebelumnya bernama Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) yang dibentuk pada tahun 2017 sebagai BLU di lingkungan Kemenpora.

Pembentukan lembaga itu berkaitan dengan upaya pemerintah memperkuat pengelolaan pendanaan olahraga nasional. Terutama dalam rangka persiapan penyelenggaraan Asian Games dan Asian Para Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

Dalam perjalanannya, lembaga yang sempat dicitrakan dengan nama Indonesia Sports Promotor (Inaspro) di era Menpora Dito Ariotedjo itu, tidak hanya mengelola dana kegiatan olahraga. Tetapi juga mulai mengembangkan berbagai program dan usaha di bidang olahraga, seperti pembentukan akademi olahraga dan pusat peningkatan performa atlet.

Selain itu, lembaga itu juga terlibat dalam pengelolaan dana komersial berbagai acara olahraga nasional. Termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) serta kegiatan olahraga lainnya yang melibatkan pemerintah dan pihak swasta. (*)

Share This Article

Related Posts