JAKARTA, Narayamedia – Pengumuman penting datang dari militer Myanmar. Myint Swe, penjabat presiden Myanmar dalam situasi kontroversial usai militer merebut kekuasaan dari pemerintahan terpilih, Aung San Suu Kyi lebih dari empat tahun lalu, wafat pada Kamis (7/8/2025) hari ini.
Berdasarkan pernyataan resmi dari kantor informasi militer Myanmar, seperti dikutip AP, Myint berpulang dalam usia 74 tahun. Ia meninggal di sebuah rumah sakit militer di Naypyitaw, Kamis pagi ini. Kematian Myint terjadi lebih dari setahun usai dirinya berhenti menjalankan tugas-tugas kepresidenan secara aktif.
Akibatnya, kondisi kesehatannya kian memburuk, sebagaimana dilaporkan secara terbuka. Diketahui, upacara pemakamannya bakal digelar dengan tata cara kenegaraan. Sayangnya, tanggal pemakaman belum diumumkan secara resmi. Adapun, media pemerintah melaporkan, pada Selasa (5/8/2025) bahwa Myint berada dalam kondisi kritis. Ia sudah menerima perawatan intensif sejak 24 Juli lalu di rumah sakit militer di Naypyitaw.
Sebelumnya, pada Juli 2024 lalu, media pemerintah melaporkan bahwa Myint sempat menderita gangguan neurologis dan penyakit neuropati perifer. Kondisi demikian membuatnya tak mampu melakukan aktivitas sehari-hari secara normal. Termasuk makan.
Namun, beberapa hari kemudian, dia memberi wewenang kepada kepala junta militer Jenderal Senior Min Aung Hlaing, guna mengambil alih tugas-tugas kepresidenan selama dirinya menjalani cuti medis.
Diinformasikan sebelumnya, Myint didaulat menjadi penjabat presiden pada 1 Februari 2021, setelah militer menangkap Presiden Win Myint dan pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, pada kudeta yang menandai perebutan kekuasaan oleh militer. (*)