Jangan Percaya ‘Night Mode’, Ini Alasan Tidurmu Tetap Buruk Akibat Gadget

Melihat layar terang dalam jangka waktu lama dapat membuat merasa lebih terjaga. (NARAYA Media/Dok. IMAGO:xDimaberlinx)

Jakarta, NARAYA Media – Pakar gaya hidup integratif Luke Coutinho mengatakan digital detox sebelum tidur dapat membantu menjaga kesehatan mata. Sekaligus meningkatkan kualitas istirahat.

Menurutnya, banyak orang menganggap diri mereka beristirahat setelah menutup laptop kerja lalu beralih menggunakan ponsel. Padahal, mata tetap bekerja karena terus terpapar layar dalam jarak dekat.

“Dari pengalaman bekerja lebih dari 15 tahun di bidang gaya hidup, tidur, stres, dan pemulihan, saya melihat pola yang sama berulang kali. Seseorang menutup laptop setelah bekerja berjam-jam lalu beristirahat dengan menggulir ponsel selama satu jam lagi,” kata Coutinho, dikutip dari Hindustan Times, Senin (22/6).

Ia menjelaskan mata tidak pulih hanya dengan berpindah dari satu layar ke layar lain. Pemulihan terjadi saat tubuh mendapatkan jeda, suasana gelap, dan tidur yang cukup.

Menurut Coutinho, berkurangnya cahaya pada malam hari merupakan sinyal biologis yang membantu tubuh mempersiapkan waktu istirahat. Kondisi itu mendukung produksi melatonin, menjaga ritme sirkadian, dan membantu tidur lebih nyenyak.

Ia menambahkan penggunaan mode malam pada perangkat elektronik tidak dapat menggantikan digital detox karena hanya mengurangi intensitas cahaya tanpa menghilangkan rangsangan lain seperti notifikasi, konten, dan keterlibatan emosional saat menggunakan gawai.

Dopamin

Untuk mengurangi ketegangan mata akibat penggunaan layar, Coutinho menyarankan penerapan aturan 20-20-20, yakni setiap 20 menit mengalihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau enam meter selama 20 detik. Kebiasaan tersebut dapat membantu merilekskan otot mata yang terus bekerja saat fokus pada layar dalam jarak dekat.

Selain itu, ia menyarankan seseorang menghentikan penggunaan layar yang tidak penting setidaknya satu jam sebelum tidur, menjauhkan ponsel dari tempat tidur, menggunakan pencahayaan yang redup pada malam hari, serta membiasakan diri berkedip secara sadar saat bekerja di depan layar.

Coutinho juga menekankan pentingnya mendapatkan paparan sinar matahari pada pagi hari untuk membantu menjaga ritme sirkadian tubuh. Menurutnya, kesehatan mata juga dapat didukung melalui konsumsi makanan yang kaya vitamin A, lutein, dan asam lemak omega-3 seperti wortel, bayam, kacang kenari, biji rami. Serta aneka sayuran berwarna.

Ia menambahkan pembatasan waktu layar rekreasional perlu diterapkan lebih ketat pada anak-anak karena sistem pengaturan tidur, perhatian, suasana hati, dan dopamin mereka masih berkembang. (*)

Share This Article

Related Posts