Sosok Staf KBRI Korban Tembak OTK Peru di Mata Keluarga

Suasana kediaman staf KBRI dinLima, Peru, Zetro Leonardo Purba (40), dipenuhi karangan bunga duka cita di Villa Gunung Lestari, Kelurahan Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. (Narayamedia/Antara)

JAKARTA, Narayamedia – Keluarga staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima, Peru, Zetro Leonardo Purba (40), yang merupakan korban penembakan orang tak dikenal (OTK) di Lima, Peru, Senin (1/9) malam mengenang sosok almarhum sebagai pribadi rendah hati.

“Saya ketemu pas dia mau berangkat tugas ke Peru. Komunikasi ke orang tuanya itu tiap hari gitu, lewat telepon, WhatsApp video,” kata Maradu Munthe, salah satu keluarga mendiang Zetro di Tangerang, Rabu (3/9).

Oleh karena itu, lanjutnya, kabar kepergiannya membuat seluruh keluarga kaget. Kabar duka cita ini disampaikan istri almarhum ke orang tuanya usai dilakukan perawatan di rumah sakit pasca-peristiwa nahas itu terjadi.

“Tadi pagi dari istrinya menelepon ke mama almarhum kalau anaknya sedang dibawa ke rumah sakit. Beberapa menit kemudian, dia telepon lagi kalau Zetro sudah meninggal,” tambahnya.

Dia menuturkan, pertemuannya terakhir kali bersama Zetro saat berangkat untuk bertugas ke Peru. “Komunikasi dengan orang tua dan keluarga tak ada hambatan. Berjalan lancar,” ujarnya. Selain itu, sosok Zetro jadi kebanggaan keluarga yang dikenal low profil dan pribadinya dikenal baik ke keluarga dan rekannya.

“Beliau salah satu utusan dari Kemenlu. Jadi, dia sering tugas ke beberapa negara dan salah satu kebanggaan keluarga. Orangnya low profil, terus dia sangat membantu buat keluarga dan teman-temannya,” ungkapnya.

Tunggu Kepulangan

Hingga saat ini, pihak keluarga masih menunggu kepulangan jasad Zetro. Rencananya bakal diterbangkan langsung dari Peru ke Indonesia. Sebelumnya, staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima, Peru, Zetro Leonardo Purba, dilaporkan meninggal setelah menjadi korban penembakan di Lima, Senin malam (1/9) waktu setempat.

Menurut laporan media setempat Panamericana Television, yang dipantau di Jakarta pada Selasa, staf KBRI Lima itu meninggal usai ditembak tiga kali oleh seseorang yang tak dikenal beberapa meter dari tempat tinggalnya di wilayah Lince, Lima.

Penata Kanselerai Muda di KBRI Lima tersebut dilaporkan sedang bersepeda bersama istrinya saat ditembak. Ia sempat dievakuasi ke Klinik Javier Prado, namun nyawanya tak dapat diselamatkan.

Sang istri selamat dari penyerangan. Dia saat ini masih di bawah perlindungan kepolisian setempat. Menurut informasi pihak kepolisian setempat, Zetro baru tiba di Peru untuk tugasnya lima bulan lalu. Ia diketahui sempat bertugas di KJRI Melbourne, Australia.

Kepolisian dan tim forensik setempat telah melakukan olah TKP tempat Zetro ditemukan tewas. Menurut informasi dari media setempat, KBRI Lima telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Peru terkait peristiwa ini. (*)

Share This Article

Related Posts