Jakarta, NARAYA Media – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima gelar Profesor Kehormatan (Honorary Professor) di bidang ekonomi dari Universitas Nankai, China. Gelar Profesor Kehormatan diberikan langsung oleh Presiden (Rektor) Universitas Nankai Prof. Chen Yulu.
Dalam keputusan yang disampaikan, penghargaan diberikan atas kontribusi Menkeu mendorong kemajuan ekonomi dan keuangan. Baik di tingkat nasional maupun internasional. Purbaya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (23/6) mengapresiasi atas penghargaan yang diberikan oleh Universitas Nankai.
Menurutnya, penghargaan itu bukan hanya pengakuan atas kontribusi dan capaian individu. Tetapi juga mencerminkan semakin eratnya hubungan dan kerja sama antara Indonesia dan China. Termasuk di bidang ekonomi, keuangan, dan pendidikan.
“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh rakyat Indonesia dan insan pengelola keuangan negara yang terus bekerja menjaga stabilitas ekonomi nasional,” kata Menkeu, dikutip dari Antara.
Bendahara negara meyakini kolaborasi antara dunia akademik dan para pembuat kebijakan menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai tantangan global yang makin kompleks.
Keluhan Kebijakan RI
Dalam surat resminya, Presiden Universitas Nankai juga mengundang Menkeu menyampaikan kuliah kehormatan. Serta berdialog dengan para peneliti dan akademisi.
Purbaya juga diundang untuk menghadiri seremoni penganugerahan gelar Profesor Kehormatan yang akan diselenggarakan di kampus Universitas Nankai, Tianjin, China. Menkeu harap penganugerahan tersebut dapat semakin memperkuat hubungan akademik dan kerja sama antara Indonesia dan China.
Selain itu, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan riset, pendidikan, dan kebijakan ekonomi yang mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif. Sebelumnya, Purbaya mengungkapkan kepercayaan pemerintah China tetap terjaga terhadap Indonesia. Meski punya keluhan terhadap sejumlah kebijakan RI.
Hal itu disampaikan Purbaya usai melakukan pertemuan dengan Menkeu Purbaya dengan Menteri Keuangan China Lan Fo’an maupun pihak dari bank sentral China China People’s Bank of China (PBOC), Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) maupun investor pada kunjungan resmi ke China pada 16-19 Juni 2026.
“Kedua negara sama-sama bersemangat untuk meningkatkan hubungan ke tingkat yang lebih dekat lagi. Meski demikian, mereka juga menyampaikan pertanyaan sebenarnya seperti apa kondisi Indonesia, tentu saya bisa jelaskan dan yakinkan bahwa kondisi fundamental ekonomi tidak ada masalah,” kata Purbaya. (*)