MOSKOW, Narayamedia – Gempa bumi dahsyat bermagnitudo 8,7 menerjang lepas pantai Rusia, Rabu (30/7/2025) sekitar pukul 06.24 waktu setempat. Gempa memicu kerusakan sejumlah gedung dan bangunan. Tidak sedikit warga dibuat panik. Pada sejumlah video menunjukkan bahwa terdapat gedung runtuh akibat gempa dan tsunami Rusia itu.
Dari beberapa video yang dihimpun media Rusia RT, gempa dahsyat itu mengakibatkan runtuhnya dinding gedung taman kanak-kanak (TK) di Petropavlovsk-Kamchatsky. Sebagian gedung itu runtuh. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa atas peristiwa tersebut.
“Foto pertama taman kanak-kanak di Rusia setelah dindingnya runtuh akibat gempa bumi. Tidak ada anak-anak di dalam, semua orang dapat dievakuasi tepat waktu,” tulis @RT_com via X/Twitter, Rabu (30/7/2025), dikutip Narayamedia.com.
Tidak hanya itu. Beberapa video lain juga turut menunjukkan kondisi yang mencekam selama gempa terjadi. Dalam video lainnya, beberapa atap bangunan di kawasan itu tampak runtuh sepanjang gempa melanda. Kejadian itu membuat penghuni rumah keluar menyelamatkan diri.
Salah satunya saat situasi mencekam terjadi di ruang tunggu salah satu bandara di Rusia. Dalam video yang beredar, gempa yang menghantam membuat alarm darurat berbunyi. Kemudian, diikuti instruksi evakuasi.
Kondisi demikian membuat warga panik mencari lokasi berlindung. Sementara itu, langit-langit bandara terdengar berderit ketika gempa berlangsung. “Atap runtuh, jalanan bergetar. Gempa bumi yang dahsyat terlihat jelas,” tulis laporan RT.
Sebelumnya, gempa bumi bermagnitudo 8,7 itu mengguncang pantai timur jauh Rusia di hari yang sama. Peringatan tsunami langsung dikeluarkan usai peristiwa.
Kemarin Selasas (29/7/2025), Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), merilis peringatan gelombang tsunami besar yang diprediksi mencapai daerah di sepanjang pantai Rusia dan Jepang usai gempa bumi menimpa wilayah Rusia. Tsunami diperkirakan datang dalam tiga jam ke depan.
Diketahui, pusat gempa dilaporkan sekitar 85 mil, atau 136 kilometer timur Petropavlovsk di semenanjung Kamchatka. Gempa berkedalaman 12 mil atau 19 kilometer. Dikutip AFP, saat ini otoritas AStelah mengeluarkan peringatan tsunami bagi daerah-daerah yang meliputi Alaska.
Termasuk badan geologi Jepang, yang juga mengeluarkan peringatan tsunami hingga satu meter di pantai Pasifiknya. Semula, magnitudo gempa dilaporkan sebesar 8,0. Tapi, kemudian direvisi menjadi 8,7.
Warga di Kawasan pesisir diimbau oleh USGS untuk waspada dan ikut instruksi dari otoritas nasional dan setempat. Hingga informasi ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa atas peristiwa itu. Sejumlah negara ikut mengeluarkan peringatan potensi tsunami akibat gempa itu. Seperti Amerika Serikat, Jepang, Indonesia, sampai Filipina. (*)