Jakarta, NARAYA Media – Otoritas Jepang memulai pekerjaan reklamasi di perairan lepas pantai Okinawa, Rabu (17/6), sebagai bagian dari proyek yang telah lama tertunda. Tujuannya untuk merelokasi pangkalan udara militer Amerika Serikat (AS) di prefektur bagian selatan Jepang itu.
Seperti dilaporkan Kyodo, dengan mengutip Kementerian Pertahanan Jepang, pekerjaan itu dilakukan di Teluk Oura—dekat Distrik Henoko—Kota Nago, tempat Pemerintah Jepang akan memindahkan Pangkalan Udara Korps Marinir AS Futenma dari Kota Ginowan yang padat penduduk.
Relokasi itu merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Jepang dan Amerika Serikat tahun 1996 untuk mengurangi risiko karena lokasi pangkalan militer AS saat ini berada di kawasan perkotaan dengan kepadatan penduduk tinggi.
Proyek itu sering menghadapi penolakan dari warga setempat. Gubernur Okinawa Denny Tamaki berpendapat fasilitas tersebut seharusnya dipindahkan ke luar Okinawa, bukan hanya direlokasi ke lokasi lain yang masih satu prefektur.
Fasilitas Militer AS
Banyak penduduk Okinawa selama bertahun-tahun mengeluhkan kebisingan, hingga pencemaran lingkungan. Serta berbagai kasus kriminal yang melibatkan personel militer AS.
Pekerjaan reklamasi di bagian selatan Henoko dimulai pada 2018 dan sebagian besar telah selesai. Namun, konstruksi di Teluk Oura menghadapi tantangan lebih besar karena area dasar laut yang lunak memerlukan penguatan secara ekstensif.
Bagian lokasi yang mulai direklamasi pada Rabu tidak memerlukan perbaikan dasar laut tersebut. Proyek relokasi itu diperkirakan selesai sekitar tahun 2033, meskipun pemindahan seluruh fasilitas militer kemungkinan masih akan memerlukan beberapa tahun tambahan.
Okinawa menjadi lokasi sebagian besar fasilitas militer Amerika Serikat di Jepang. Sekitar 50.000 personel militer AS ditempatkan di Jepang berdasarkan perjanjian keamanan bilateral yang berlaku sejak berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945. (*)